Kenapa Kita Membenci Permainan Bertahan?

Apabila sebuah tim sepakbola ingin mendapatkan kemenangan, maka tim tersebut harus mencetak gol. sesimpel itu harusnya bukan ? bagaimana dengan beberapa tim yang lebih suka bermain bertahan ? Kenapa kita membenci permainan bertahan dalam sepakbola ? Suatu klub yang bermain bertahan biasanya hanya mengincar skor seri sebagai hasil akhir dengan cara tidak kebobolan. Namun, tidak kebobolan saja tidak cukup untuk untuk meraih kemenangan. Pada dasarnya, untuk meraih kemenangan setiap tim sepakblola itu mutlak harus mencetak gol.

Kalimat di atas bukan berarti meremehkan kan pentingnya pertahanan atau clean sheet. Yang kami jelaskan di atas adalah untuk meraih kemenangan haruslah dengan mencetak gol. Tanpa gol, hasil maksimal yang akan di dapat oleh suatu kesebelasan hanyalah hasil seri, atau lebih menggenaskan adalah kekalahan. Inilah yang kemudian menyebabkan pemain dengan posisi menyerang dianggap sebagai anak emas. Setidaknya inilah yang menjadi bukti bahwa pemain penyerang baik itu gelandang sayap maupun gelandang serang lebih sering mendapatkan gelar pemain terbaik lebih banyak jika kita bandingkan dengan pemain dengan tipe bertahan. Ini hanyalah argumentasi yang bersifat mendasar, karena pada umumnya filosofi sepakbola, umumnya semua cabang olahraga itu sendiri memburu kemenangan.

Gol Sebagai Puncak Permainan

Gol dalam sepakbola merupakan sesuatu yang jarang terjadi, oleh sebab itu, inilah yang paling dicari. Dari gol ini ini dapat memahami makna yang terkandung dalam sebuah usaha permainan. Pantas saja akan ada kesenangan dan kegembiraan tersendiri yang memang seharusnya dirayakan.

Terdapat informasi menarik dalam novel The Number Games karangan Chris Anderson dan David Sally yang menyatakan bahwa suatu gol dalam sepak bola kenapa sebuah gol merupakan keindahan yang langka. Kenyataannya sepakbola ialah pertandingan yang memiliki skor rata – rata paling sedikit jika dibandingkan dengan pertandingan lainnya seperti rugby, basket, american footbal hingga hoki es. Dari data tersebut dapat kita simpulkan sepakbola adalah pertandingan olahraga yang sangat minim gol.

The Number Games juga menyimpukan, setiap tim memerlukan usaha yang begitu besar untuk mendapatkan sebuah gol. Seperti yang di rangkum oleh lembaga statistik Opta, pada pertandingan final liga champion antara Inter melawan Bayern. Terdapat 2842 aksi sepanjang pertandingan yang meliputi umpan, intersepsi, tekel penyelamatan dan sebagainya. pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Inter dengan skor 2 – 0 dari 2842 aksi tadi. Itu artinya untuk menciptakan 1 gol ke gawang lawan, butuh setidaknya 1421 aksi. Sebuah usaha yang patut kita apresiasi dan pantas dihargai mahal.

Penyerang Sebagai Aktor Protagonis

Dalam sebuah karya seni peran, protagonis merupakan tokoh utama dalam sebuah cerita. Tidak berarti harus berperilaku baik atau jahat, tetapai protagonis tokoh yang mendukung seluruh alur cerita yang menarik perhatian dalam suatu kisah. Seperti yang kita tau, yang kita tunggu saat menonton sepak bola adalah sebuah gol. Maka dapat kita simpulkan bahwa penyerang adalah aktor utama yang berperan pada sebuah tim. sementara untuk pemain bertahan hanya hanya berkesempatan mendapatkan kategori pemain terbaik, itupun juga harus bersaing dengan pemain penyerang.

Pesona para penyerang pada sebuah kesebelasan memang tidak perlu di ragukan lagi. bahkan semua otoritas memberikan gelar istimewa untuk para penyerang dengan menyediakan berbagai kategori istimewa seperti pencetak gol terbanyak, pemberi umpan (assist) terbanyak.

Dan yang mendapat peran antagonis pada setiap pertandingan adalah para pemain bertahan. Terlepas dari usaha yang mereka lakukan agar pemain penyerang tidak bisa mencetak gol. singkatnya, Jika puncak dari permainan adalah mencetak gol, maka pemain bertahan adalah penghalang dari terciptanya puncak permainan. Namun, sebagai permainan tim, kita tidak boleh melabeli pemain bertahan dengan kasta rendahan. Karena syarat lain untuk memenangi pertandingan selain mencetak gol adalah tidak kebobolan lebih banyak dari tim lawan. Intinya, kita hanya membenci sistem permainan bertahan. bukan pemainnya.

Prinsip dasarnya, tidak boleh kebobolan lebih banyak gol masih belum menentukan kemenangan karena bisa saja berakhir seri. Yang menjadi syarat mutlak untuk menjadi pemenang yaitu mencetak gol lebih banyak daripada lawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PREDIKSI BOLA - PREDIKSI BOLA MALAM | PREDIKSI MIXPARLAY JITU | BOCORAN MIXPARLAY © 2021 Frontier Theme